Jumat, 12 Januari 2018
Sabtu, 17 Agustus 2013
TAFSIR SURAT AL FATIHAH AYAT 5
Menurut Imam Ibnu Qoyyim rahimanullah dalam kitabnya Madarijus Salikin mengatakan. Inti dari Al Quran adalah surat Al Fatihah, Inti Surat Al Fatihah adalah Ayat Ke lima.
Kalau kita cermati susunan kalimat diatas berupa kalimat pasif, yaitu Obyeknya (Engkau) yang di dahulukan. Susunan yang lazim dalam bahasa adalah Subyek Predikat Obyek. Tapi dalam kalimat ini dibalik. Dalam tatanan bahasa arab hal ini berarti pembatasan dan pengkhususan maksudnya bahwa ibadah dibatasi dan dikhususkan hanya kepada Allah sehingga jika diartikan ke bahasa indonesia berarti Hanya Engkau.inilah yang disebut Iklash. Jadi Jika ada seseorang menyembah Allah juga menyembah selain allah berarti belum mengiklaskan ibadah kepada Allah.
Tentu berbeda jika kalimatnya disusun kami menyembah kepada engkau. ini bisa jadi selain kita menyembah Allah Juga bisa berarti kita masih menyembah selain Allah .
Sebagian orang mengira jika seseorang beribadah kepada Allah plus beribadah kepada selain Allah maka tidak dianggap Syirik. ini keliru, bahwasanya ibadah yang dipersembahkan kepada selain Allah saja yang di sebut syirik. Bukan itu maksud dari syirik. Syirik itu mempersekutukan artinya ada dua yang dituju. Nabi memerintahkan kita untuk mengiklaskan beribadah kepada Allah juga diiringi dengan larangan beribadah kepada selain Allah. Karena pada zaman dulu kaum musrikin juga beribadah kepada Allah tapi masalahnya mereka juga beribadah kepada selain Allah dengan Alasan wasilah atau sebagai perantara untuk menyampaikan kepada Allah.
Dan kepada engkaulah kami minta pertolongan.
Pertolongan disini untuk menjalankan ketaatan . Alasan kenapa perintah untuk beribadah dengan perintah untuk minta tolong ini digabungkan adalah karena ibadah merupakan hak Allah atas Hambanya dan hamba Allah tidak mungkin bisa menunaikan hak tersebut tanpa pertolongan dari Allah. Jangan harap kita bisa beribadah kepada kepada Allah tanpa pertolonganNya. Manusia ditakdirkan sebagai mahluk yang lemah. Sekuat apapun fisik kita tanpa pertolongan Allah niscaya kita tidak mungkin bisa beribadah kepada Allah. Betapa banyak orang sehat tetapi karena tidak mendapat pertolongan Allah maka sulit mereka melangkahkan kaki ke masjid untuk sholat berjamaah. Seolah olah di kaki mereka dibelenggu dengan rantai ke ranjangnya. Jadi Jangan kita merasa sombong setelah kita sudah beribadah dengan tekun. Dengan menyadari ayat tersebut ini kita harapkan dapat mengikis sifat sombong yang menjangkiti orang orang yang taat beribadah
SURAT AL FATIHAH ADALAH DIALOG ANTARA ALLAH DENGAN HAMBANYA
Pada saat seorang hamba membaca ayat ini, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan atsnâ ‘alayya ‘abdî, hambaku telah memuji kepadaku.
Pengakuan sekaligus juga pujian, bahwa hanya Tuhanlah yang berkuasa pada hari kiamat. Ini merupakan pujian ketiga berturut-turut, dan begitulah pendidikan dari Tuhan kepada manusia.
Pada saat seorang hamba membaca ayat ini, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan majida-nî ‘abdî, hambaku telah memujiku.
Setelah mengajari manusia tentang metode pendekatan terhadap Tuhan, beberapa pujian serta penegasan tentang sesembahan, barulah Tuhan mengajarkan bahwa setelah manusia melakukan hal itu semua, maka manusia diberi “kesempatan” untuk meminta pertolongan dan perlindungan. Dan pertolongan serta permintaan itu dilakukan manusia hanya ditujukan kepada Tuhan, bukan yang lain. Maka
Pengajaran Tuhan selanjutnya; manusia tidak bisa berbuat sombong, oleh karenanya ia diajarkan untuk selalu memohon dan meminta, yang dalam hal ini adalah permintaan untuk sebuah kebenaran. Dan hanya kepada Tuhan sajalah manusia itu memohon kebenaran. Makna kebenaran atau jalan yang lurus di sini tentulah tidak sederhana, namun ia disimplifikasi pada ayat berikutnya.
Pada saat seorang hamba membaca ayat keenam dan ketujuh, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan sama dengan pada ayat kelima hadza baynî wa bayna ‘abdî, wa li-‘abdî mâ sa-ala, ini adalah [urusan] antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku, [kuberikan] apapun yang dia minta.
Selasa, 06 Agustus 2013
MENGENAL MANHAJ SALAF YANG BENAR
Minggu, 04 Agustus 2013
CIRI CIRI CALON PENGHUNI SURGA, APAKAH KITA TERMASUK?
Firman Allah tersebut terkandung makna bahwa ibadah puasa itu esensinya adalah membentuk segenap pribadi muslim bertaqwa. Betapa pentingnya nilai taqwa, dan orang bertaqwalah yang nantinya akan masuk surga. Taqwa merupakan bekal yang terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan betapa tingginya derajat taqwa. Manusia yang paling mulia derajatnya di sisi Allah SWT adalah orang yang paling taqwa di antara mereka.
Ciri-ciri calon penghuni surga secara jelas kita lihat dalam QS Ali Imran:133-135 yang artinya:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa,
(yaitu) orang-orang yang menginfakkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”
dari ayat ayat diatas paling tidak ada lima ciri-ciri secara umum kategori orang-orang calon penghuni surga dimana apakah kita termasuk di dalamnya?
Pertama:
Orang yang menginfakkan harta bendanya di jalan Allah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
Kita mungkin mudah untuk menginfakan harta kita ketika lagi banyak rejeki, contohnya kita habis dapat Gaji ke 13 (THR) Rp 3 juta, infak 10% misalnya 300.000, ringan, meskipun ada juga orang yang belum bisa infak nyampe segitu karena masih berprinsip biar sedikit asal ikhlas. Bagaimana kalau kita sedang banyak pengeluaran contoh: bayar sekolah anak, bayar cicilan motor/rumah, baru bayar rumah sakit dll. Bisakah kita menginfakan 10% dari gaji kita?
Kedua:
Orang yang mampu menahan amarah. Meskipun menghadapi keadaan yg sebenarnya kita pantas untuk marah.
Sebagian besar dari kita justru marah ketika pada kondisi yang seharusnya kita tidak pantas marah. tersinggung sedikit marah, diingatkan marah, tidak disapa marah dll
Ketiga:
Orang yang selalu memaafkan dan membalas kejahatan dengan kebaikan.
Orang seperti ini akan selalu memaafkan orang lain sebelum orang lain meminta maaf. Selalu berbuat baik kepada orang yang menzalimi dirinya. mendoakan orang yang menzalimi agar dapat hidayah dari Allah. Bisakah kita memberi hadiah kepada orang yang membenci kita?
Keempat:,
tatkala terjerumus pada perbuatan keji dan dosa atau menzalimi diri sendiri, ia segera ingat kepada Allah, dan kemudian bertobat, beristighfar, memohon ampunan kepada-Nya atas segala perbuatan dosa yang telah dilakukannya.
Kelima:
secara sadar tidak mengulang perbuatan keji dan mungkar yang pernah dilakukan.
Dari kelima ciri tersebut diatas kita tahu berada dimanakah posisi kita saat ini. Marilah kita segera bertobat dan berusaha dengan keras untuk menjadi orang yang bertaqwa sehingga kita kelak akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT dan dimasukan kedalam surga yang lebih tinggi dari surga yang paling bawah.
Senin, 08 Juli 2013
MANFAAT SHOLAT YANG BAIK
(HR. Ath-Thabarani dalam Al-Ausath, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1358 karena banyak jalannya)
Kamis, 04 Juli 2013
DEMI WAKTU SESUNGGUHNYA MANUSIA BENAR BENAR BERADA DI DALAM KERUGIAN
Pertama:
Kata "Demi" di awal surat merupakan sumpah Allah secara tegas. Sumpah dalam bahasa sehari hari merupakan cara seseorang untuk mengutarakan bahwa sesuatu yang disampaikan adalah serius. Apalagi dalam hal ini yang bersumpah adalah Allah.
Kedua:
Kata "Innal " yang berarti "sesungguhnya" merupakan penekanan kedua dalam ayat ini
Ketiga:
Kata "benar benar" merupakan penekanan yang ketiga untuk menegaskan betapa seriusnya permasalahan ini
Keempat:
Kata "La fii" yang bermakna berada di dalam ,menegaskan kita memang tenggelam dalam kerugian seolah olah kita sulit bangkit karena terkepung kerugian, di dalam kerugian tentu maknanya lebih serius jika hanya dibandingkan dengan rugi saja. Hal ini sebenarnya Allah ingin sekali agar kita mendengarkan dan memahami peringatannya.
Minggu, 23 Juni 2013
RAMADHAN SEBENTAR LAGI
Selasa, 04 Juni 2013
MENYAMBUT BULAN RAMADHAN
Dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam
Senin, 03 Juni 2013
TAFSIR SURAT AL MAA'UUN
Minggu, 02 Juni 2013
KEWAJIBAN MEMAHAMI DAN MENGAMALKAN AL QURAN
Karena bagaimana mungkin kita mengamalkan al-Qur’an tanpa mau membaca dan memahaminya.Beriman terhadap Al-Qur’an bukan sekedar percaya saja, namun mesti dibuktikan dengan implementasi yang nyata sebagai tuntutan dari iman tersebut yaitu membaca, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Qur’an merupakan pedoman, konsep, dan aturan hidup manusia. Dalam konteks hablum minallah, Al-Qur’an mengatur relasi hamba dengan khaliqnya. Hubungan vertikal ini dalam bahasa syariat disebut ibadah seperti shalat, puasa, zakat dan haji. Sedangkan dalam konteks hablum minan naas, Al-Qur’an menjelaskan tata cara pergaulan dan hubungan manusia dengan dirinya, manusia lain dan makhluk Allah lainnya. Hubungan horizontal ini dikenal dengan sebutan muamalah. Konkritnya, Al-Qur’an memberi petunjuk bagaimana mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Mengamalkan al-Qur’an merupakan kewajiban bagi setiap muslim, bahkan menjadi syarat utama menjadi seorang yang beriman. Allah swt dan Rasul-Nya saw telah memerintahkan kita untuk mengamalkan ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah, agar kita selamat dunia dan akhirat. Bahkan Rasulullah saw mengingatkan kita akan penting pengamalan terhadap al-Qur’an dan sunnah Rasul saw dengan sabdanya, “Aku tinggalkan kepada kamu sekalian dua hal, jika kamu berpegang teguh kepada keduanya niscaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu al-Qur’an dan Sunnah Rasul saw.” (H.R. At-Tirmizi) Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang sesat itu orang meninggalkan ajaran al-Qur’an dan As-Sunnah.
Namun sayangnya, selama ini kebanyakan umat Islam telah meninggalkan al-Qur’an. Al-Qur’an tidak mendapat perhatian dan tidak dibaca untuk diamalkan sebagaimana mereka sibuk membaca bacaan lain selainnya. Selama ini kita mampu membaca surat kabar, majalah dan buku setiap hari, namun kita tidak mampu membaca al-Qur’an.
Kita mampu membaca dan mengkhatamkan surat kabar yang jumlah kata atau hurufnya hampir sama dengan 1 juz al-Qur’an dalam waktu belasan menit, namun kita tidak mampu membaca beberapa halaman dari al-Qur’an. Begitu pula kita mampu membaca majalah yang tebalnya seperempat atau sepertiga al-Qur’an dalam waktu beberapa jam, namun giliranya membaca al-Qur’an kita tidak mampu membaca beberapa juz dalam waktu yang sama. Bahkan kita mampu membaca dan mengkhatamkan buku novel, komik dan roman yang tebalnya sama dengan al-Qur’an dalam waktu seminggu, namun kita tidak mampu mengkhatamkan al-Qur’an dalam waktu yang sama, bahkan sebulan sekalipun. Inilah kondisi iman kita saat ini yang sangat lemah dan kritis.
Sejatinya kita bercermin kepada kehidupan orang-orang yang shalih. Mereka menjadikan al-Qur’an sebagai buku bacaan hariannya. Mereka tidak pernah bosan dan kenyang dengan al-Qur’an, sebagaimana diungkapkan oleh Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, “Kalau hati kita bersih, maka kita tidak pernah kenyang dengan al-Qur’an.” Karena dengan senantiasa membaca al-Qur’an, kita akan mendapatkan banyak kebaikan.
Asy syahid Sayyid Quthub mengatakan dalam muqaddimah tafsirnya, “Hidup dalam naungan al-Qur’an adalah nikmat. Nikmat yang hanya diketahui oleh siapa yang telah merasakannya. Nikmat yang akan menambah usia, memberkahi dan menyucikannya.”
Sungguh banyak keutamaan dan keuntungan yang diperoleh bagi orang yang membaca al-Qur’an. Keuntungan tersebut tidak dimiliki oleh bacaan lainnya seperti surat kabar, majalah dan buku. Diantara keutamaan dan keuntungan orang yang membaca al-Qur’an yaitu;
Pertama: orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat nantinya berdasarkan sabda Rasulullah saw bersabda: ”Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (H. R. Muslim). Tentunya tidak hanya sekedar membaca, juga mengamalkannya. Namun demikian, tanpa membaca al-Qur’an maka tidak mungkin kita mengamalkannya. Selain Rasulllah saw, tidak seorangpun yang mampu memberikan pertolongan kepada seseorang pada hari hisab, kecuali al-Qur’an yang dibaca selama ia hidup di dunia.
Kedua, Rasulullah saw menegaskan bahwa orang yang terbaik di antara manusia adalah orang yang mau mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, sesuai dengan sabdanya, ”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (H.R. Bukhari). Oleh karena itu, orang yang terbaik di dunia ini bukanlah orang yang punya memiliki harta yang melimpah, jabatan maupun pangkat yang tinggi. Namun, disisi Allah Swt orang terbaik itu adalah orang yang mau belajar al-Qur’an dan mengajarkan kepada orang lain.
Ketiga, orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan disediakan tempat yang paling istimewa di surga bersama para malaikat yang suci. Sedangkan orang yang membaca terbata-bata (belum pandai), maka ia akan diberi dua pahala yaitu pahala mau belajar dan kesungguhan membaca, sesuai dengan sabda Rasulullah saw, ”Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan ditempatkan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (H.R Bukhari & Muslim).
Keempat, kejayaan suatu umat Islam itu dengan membaca al-Qur’an dan mengamalkannya. Namun sebaliknya, musibah yang menimpa umat ini disebabkan karena sikap acuh tak acuh kepada al-Qur’an dan meninggalkannya. Rasulullah saw bersabda: ”Sesungguhnya Allah Swt meninggikan (derajat) ummat manusia ini dengan Al-Qur’an dan membinasakannya pula dengan Al-Qur’an” (H.R Muslim). Inilah rahasia mengapa generasi awal umat Islam (generasi sahabat, tabi’in dan tabi’itabi’in) menjadi generasi terbaik umat ini sebagaimana dinyatakan oleh Rasul saw. Mengapa demikian?
Jawabannya adalah karena mereka mengamalkan al-Qur’an dan sunnah Rasul saw. Maka Islampun berjaya pada masa-masa mereka, sehingga tersebar keseluruh penjuru dunia. Namun, setelah generasi tersebut sampai saat ini umat Islam meninggalkan al-Qur’an sehingga umat Islam menjadi lemah dan hina karena dijajah oleh orang kafir, bahkan dizalimi dan dibunuh seenaknya oleh orang kafir akibat meninggalkan al-Qur’an.
Kelima, orang yang membaca dan mendengar Al-Qur’an akan mendapatkan sakinah, rahmah, doa malaikat dan pujian dari Allah. Nabi saw bersabda: ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya.” (H.R Muslim).
Memang, membaca dan mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an menentramkan hati kita sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah Swt, ““…Ingatlah, hanya dengan zikir (mengingat) Allah hati menjadi tenang”. (Q.S Ar-Ra’d: 28). Al-Qur’an merupakan zikir yang paling afdhal (utama). Oleh karena itu, ketenangan tidaklah diperoleh dengan harta yang banyak, pangkat dan jabatan, namun diperoleh dengan sejauh mana interaksi kita dengan al-Qur’an.
Keenam, mendapat pahala yang berlipat ganda. Rasulullah Saw bersabda: ”Barangsiapa yang membaca satu huruf Kitabullah maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tapi alif itu satu huruf (H.R at-Tirmizi) Membaca “alif lam mim” saja kita mendapatkan pahala sebanyak 30 kebaikan, maka bagaimana dengan membaca sejumah ayat-ayat yang dalam satu halaman al-Qur’an? Bahkan berapa jumlah pahala yang kita peroleh bila kita mampu membaca 1 juz dengan jumlah huruf ribuan atau ratusan ribu? Tentu pahalanya sangat banyak, bahkan kita tidak sanggup menghitungnya.
Demikianlah berbagai keutamaan dan keuntungan bagi orang yang membaca dan mempelajari al-Qur’an pada bulan-bulan biasa. Maka, terlebih lagi pada bulan Ramadhan sebagai bulan al-Qur’an?! Tentu, pahalanya berlipat ganda dibandingkan dengan bulan-bulan biasa. Maka, sangatlah rugi bagi orang-orang yang tidak mau membaca dan mempelajari al-Qur’an, terlebih lagi di bulan Ramadhan yang dilipat gandakan pahala padanya. Dan keutamaan-keutamaan tersebut tidak dimiliki oleh bacaan lainnya selain al-Qur’an.
Akhirnya, marilah kita manfaatkan hari-hari di bulan Ramadhan dengan berbagai aktivitas ibadah, khususnya membaca al-Qur’an. Karena bulan Ramadhan adalah bulan al-Qur’an, maka sudah sepatutnya kita lebih mengutamakan dan menyibutkan diri dengan berinteraksi dengan Al-Qur’an pada bulan yang mulia ini, baik dengan membaca, mempelajari, memahami, mentadabburi, menghafal maupun mengamalkannya. Semoga kita bisa memanfaatkan momentum Ramadhan ini dengan sebaik mungkin dan meraih berbagai keutamaan yang disediakan di bulan ini, termasuk berbagai keutamaan membaca dan mempelajari al-Qur’an. Semoga..!!
Selasa, 12 Juni 2012
RAIH SETINGGI YANG KITA MAMPU
“Saatmu akan tiba”, Tuhan mengatakan itu kepadanya. “Engkau akan tumbuh sangat tinggi.”
Jumat, 01 Juni 2012
SYIAH LURUS ATAU SESAT?
Senin, 09 Februari 2009
TIPS AGAR BLOG CEPET DAPAT TRAFFIC TINGGI
Seperti yang terjadi pada saya yg pemula ini, betapa senangnya ketika melihat postingan saya ada yang mengomentari , meskipun baru 2 komentar diblog saya sampai saat ini, sebagai ucapan terima kasih saya, dengan senang hati saya langsung mengunjungi blog tersebut, dan setiap blog yg saya kunjungi pasti selalu saya klik adsensenya, ga tanggung tanggung..... bisa lebih dari 5 klik perhari, suatu ucapan terima kasih yang pantas bukan?............... itulah seorang pemula seperti saya.
Bukannya saya hendak mengatakan bahwa blog yang sudah ternama pemiliknya tidak mau mengunjungi blog kita, hanya saja itu kemungkinannya lebih kecil..apalagi sampai mengklik adsense kita... kelihatannya enggak deh...
makanya ... sesama pemula harus kompak bekerjasama...
(2) cara ini sedikit nakal tapi jitu juga, yaitu cobalah luangkan sedikit waktumu untuk mampir ke warnet ketika sedang berada di luar kota, ga usah lama-lama, cukup 1/2 jam saja, lumayan sudah bisa klik beberapa kali artiket kita sendiri...and jangan lupa adsensenya, kalo dihitung bisa nyampe 5 klik...kadang kadang hasilnya bisa nyampe 1 dolar , lumayan untuk mengganti waktu 1/2 jam kita di warnet yang tarifnya paling paling Rp. 1500.....
tapi ingat jangan sampe kita login disitu, ntar ketahuan..lho.. bisa diblokir adsense kita...
bagaimana?...mau coba?
Demikian sekelumit dari saya, lain kali saya tambahin..., semoga bermanfaat..
yang terakhir sekali , terimakasih kepada pengunjung blog saya yang pertama (mbak sarah), terima kasih komentarnya ,semoga tidak bosan main ke dunia saya...
Sebenarnya masih ada lagi yang coment....., tapi kok malah kampanye minta dipilih karena dia caleg, jadi lucu juga , ga nyambung dengan artikelnya... tapi yang penting sudah berkunjung ke blog saya , saya tetep berterimakasih... insya Allah saya pilih anda, asal adsense saya diklik 3 kali per hari .. thanks
Senin, 24 November 2008
Too little sleep tied to increased cancer risk
Regular exercise can reduce a woman's risk of cancer, but the benefits may slip away if she gets too little sleep, U.S. researchers said on Monday.
The study involving 5,968 women in Maryland confirmed previous findings that people who do regular physical activity are less likely to develop cancer.
But when the researchers looked at the women ages 18 to 65 who were in the upper half in terms of the amount of physical exercise they got per week, they found that sleep appeared to play an important role in cancer risk.
Those who slept less than seven hours nightly had a 47 percent higher risk of cancer than those who got more sleep among the physically active women, the researchers reported at a meeting of the American Association for Cancer Research.
"We think it's quite interesting and intriguing. It's kind of a first look into this. It isn't something that has been widely studied," James McClain of the National Cancer Institute, part of the U.S. government's National Institutes of Health, said in a telephone interview.
McClain, who led the study, said it is unclear exactly how getting too little sleep may make one more susceptible to cancer. "Getting adequate sleep has been long associated with health," McClain said.
The U.S. Centers for Disease Control and Prevention calls sleep loss an under-recognized public health problem, saying Americans are getting less and less slumber. The CDC said the percentage of adults reporting sleeping six hours or fewer a night increased from 1985 to 2006.
Sleep experts say chronic sleep loss is associated with obesity, diabetes, high blood pressure, stroke, cardiovascular disease, depression, cigarette smoking and excessive drinking.
In addition, research had shown that people who get regular exercise have a reduced risk of breast, colon and other types of cancer. Experts think the effects of exercise on the body's hormone levels, immune function and body weight may play an important role.
Copyright 2008 Reuters
Popping vitamins C and E doesn't stop cancer
Previous research showed that people who ate diets rich in vitamins E and C had a lower risk of cancer, suggesting that supplements of these vitamins might help ward off cancer, the researchers said.
The new study tracked cancer risk in 14,641 male U.S. doctors who took either 400 IU of vitamin E every other day or a placebo, or 500 milligrams of vitamin C daily or a placebo. Their average age was 64 at the start of the study and they were followed for eight years on average.
Taking the vitamins had no impact on the risk for any type of cancer, Howard Sesso of Harvard Medical School and Brigham and Women's Hospital in Boston and colleagues reported at a meeting of the American Association for Cancer Research.
Vitamins don't prevent heart disease, eitherOne week ago, Sesso reported in the Journal of the American Medical Association that in the same population of men, taking these vitamins also failed to reduce their risk of cardiovascular disease including heart attack and stroke.
"In our view, there's really no compelling reason to take these individual vitamin E and C supplements," Sesso said in a telephone interview. "Until other evidence comes out otherwise, we would argue that without any clear benefit, why would you take these?"
Vitamin E and vitamin C are antioxidants, thought to protect against damage caused by free radicals, substances that can harm cells, tissues and organs. Fruits and vegetables are rich in both, and it has been shown that people who eat plenty of these foods may have a lower risk of heart disease, cancer and other conditions.
The researchers were particularly interested in whether vitamin E supplementation would reduce the risk of prostate cancer after earlier research suggested it might. It did not.
There has been controversy over vitamin C and cancer for decades. The idea that vitamin C, also known as ascorbic acid, could be used to treat cancer was advanced in the 1970s by American scientist Linus Pauling, who awarded the Nobel Prize in chemistry in 1954.
Sesso said an ongoing element of his research is looking at whether taking a multivitamin combining a number of different vitamins has any effect on the risk for cancer and cardiovascular disease.
Copyright 2008 Reuters
Some breast cancers spontaneously disappear
These findings "provide new insight on what is arguably the major harm associated with mammographic screening, namely, the detection and treatment of cancers that would otherwise regress," Dr. H. Gilbert Welch, from the Department of Veteran Affairs Medical Center, White River Junction, Vermont, and colleagues state.
The study, which is published in the Archives of Internal Medicine, involved 119,472 women, from 50 to 64 years of age, who underwent three rounds of mammography screening from 1996 to 2001 as part of the Norwegian Breast Cancer Screening Program. The cancer rates in this group were compared with those in 109,784 control women who would have been screened had the program been in place in 1992.
Women in the control group were invited to undergo a one-time screen at the conclusion of their observation period, the authors explain.
As anticipated, the 4-year cumulative incidence of invasive breast cancer in the screened group was higher than in the control group before screening: 1268 vs. 810 cases per 100,000 population.
However, even after the one-time screen in the control group, the 6-year cumulative incidence of breast cancer in the screened group was still higher: 1909 vs. 1564 cases per 100,000 population.
"Because the cumulative incidence among controls never reached that of the screened group, it appears that some breast cancers detected by repeated mammographic screening would not persist to be detectable by a single mammogram at the end of 6 years," Welch and colleagues conclude.
"If the 'spontaneous remission' hypothesis is credible, it should cause a major reevaluation in the approach to breast cancer research and treatment," Dr. Robert M. Kaplan, from University of California, Los Angeles, and Dr. Franz Porzsolt, from the University of Ulm, Germany, write in a related editorial. "Certainly it is worthy of further evaluation. But, finding better data to assess the hypothesis will be difficult."
Copyright 2008 Reuters
(msnbc)
Minggu, 23 November 2008
Prabowo, Wiranto hint at coalition
In a move that could end years of bitter rivalry, prominent military figures Prabowo Subianto and Wiranto have hinted at the possibility of joining forces in the next presidential election.
In separate statements both Prabowo, chief patron of the Greater Indonesian Movement Party (Gerindra) and Wiranto, chairman of the People's Conscience Party (Hanura), admitted competing against either President Susilo Bambang Yudhoyono or former president Megawati Soekarnoputri would be difficult in the absence of a coalition.
Pressure has been mounting for parties to merge since a recent law stated that only a party, or coalition of parties, could contest the presidential elections if it secured at least 20 percent of House of Representatives seats or 25 percent of popular votes in the legislative elections.
"There is no other way. We have to form a coalition with a party, and I think Hanura is one of the options. Pak Wiranto and myself are (loyal to) red and white," Prabowo said Friday, referring to the two parties' nationalist platform.
Prabowo was speaking after a "nostalgic meeting" with Timor Leste armed forces chief of staff Col. Lere Anan Timur. Both were adversaries when Timor Leste was part of Indonesia.
Wiranto has also acknowledged that Hanura should team up with other parties, including Gerindra, to qualify for the presidential election.
Wiranto said whoever secured the highest vote in terms of popularity and electability in the national polls deserved the chance to run for presidency, whether it was himself, Prabowo or anybody else in the coalition.
A recent survey by the Indonesian Survey Institute (LSI) found Wiranto and Prabowo were neck to neck in the polls and were the third and fourth most popular presidential candidates respectively behind Yudhoyono and Megawati. A different survey by the National Leadership Centee (NLC) ranked Prabowo third, ahead of Wiranto.
More recent surveys however have consistently put Gerindra above Hanura, attributing the result to aggressive TV ads.
Prabowo said Gerindra would not depend solely on TV ads but would run an intensive campaign at a grassroots level.
Speculation has been rife for the last few weeks that the Prosperous Justice Party (PKS) would support a coalition between Prabowo and Wiranto, forming a third axis to compete with Yudhoyono and Megawati.
Although not ruling out a possibility of supporting such a coalition, PKS faction chairman at the House of Representatives Mahfudz Siddiq said any formal coalition involving PKS nominating a presidential candidate would be decided after the legislative election in April 2009.
"Right now, we are open to communication with any parties or figures," Mahfudz said.
In a bid to lure more voters, PKS has run television campaigns featuring prominent figures identifiable with Wiranto and Probowo, including former president Soeharto, to boost their image as national heroes.

